Gelora Bung Karno (GBK) kembali menjadi magnet bagi ribuan pencinta sepak bola tanah air. Di antara lautan manusia yang memadati kawasan Senayan untuk agenda nonton bareng (nobar) laga Timnas Indonesia kontra Jepang, terlihat sosok Fatia Fatima, seorang selebgram asal Bekasi. Ia tidak datang sendirian, melainkan memboyong timnya yang berjumlah empat orang demi merasakan langsung atmosfer pertandingan. Menurutnya, pengalaman hadir fisik di lokasi jauh lebih berkesan ketimbang hanya duduk manis di depan layar kaca.
Bagi Fatia, euforia mendukung langsung “pahlawan-pahlawan” lapangan hijau memiliki sensasi keseruan yang berbeda. Keputusan untuk merapat ke GBK dianggapnya sebagai pilihan yang lebih masuk akal daripada berdiam diri di rumah tanpa aktivitas berarti. Kecintaan wanita berhijab ini terhadap si kulit bundar sejatinya bukan hal baru; ia sudah menggemari sepak bola sejak masih duduk di bangku SMP. Meski demikian, ia mengakui baru belakangan ini mulai aktif membagikan konten seputar aktivitas pemain di media sosial pribadinya, sebuah hobi lama yang kini ia tekuni kembali dengan lebih serius.
Harapan Realistis Menghadapi Raksasa Asia
Fatia, yang mengidolakan Justin Hubner, mengklaim hampir tidak pernah absen menyaksikan laga Timnas saat bermain di Jakarta, termasuk saat melawan China dan Bahrain. Namun, menghadapi Jepang, ia memilih bersikap realistis. Harapannya tidak muluk-muluk; mampu menahan imbang raksasa Asia itu saja sudah dianggap pencapaian luar biasa bagi Skuad Garuda. Prediksi skor satu sama menjadi target paling optimis yang iaungkan.
Senada dengan Fatia, Ghufran, seorang mahasiswa berusia 20 tahun asal Aceh, juga sengaja menyempatkan diri ke GBK di sela-sela liburan kuliahnya. Penggemar yang mulai intens mengikuti Timnas sejak 2020 ini memuji perkembangan pesat permainan tim nasional, sembari menikmati suasana nobar yang menurutnya memiliki “vibe” layaknya berada di dalam stadion sungguhan. Kendati demikian, Ghufran memprediksi Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 2-0, sebuah pandangan logis mengingat kekuatan lawan.
Radar Transfer Besiktas Mengarah ke Old Trafford
Bergeser ke kancah sepak bola internasional, drama bursa transfer masih bergejolak di Inggris meski pasar domestik mereka telah tutup. Raksasa Turki, Besiktas, dilaporkan tengah membidik kiper Manchester United, Altay Bayindir, sebagai target utama sebelum penutupan bursa transfer Turki pada Jumat malam. Klub yang bermarkas di Istanbul itu bertekad memperkuat barisan pertahanan mereka dan melihat Bayindir—selain Illan Meslier dari Leeds United—sebagai opsi potensial.
Karier Bayindir di Old Trafford memang tidak berjalan mulus sejak didatangkan pada musim panas 2023. Meski Andre Onana kerap melakukan blunder, Bayindir gagal menggeser posisi kiper utama hingga akhirnya Onana masuk daftar jual di awal musim ini. Pelatih Ruben Amorim sempat memberikan kepercayaan kepada kiper berusia 27 tahun itu dalam enam laga awal Liga Inggris sembari menunggu kedatangan Senne Lammens. Sayangnya, kesempatan langka tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Bayindir untuk membuktikan kualitasnya.
Kritik Tajam dan Keputusan Strategis Klub
Penampilan kiper asal Turki itu menuai kritik pedas, salah satunya dari pengamat sepak bola Craig Burley yang menyebutnya “sangat tidak kompeten” dalam mengantisipasi bola udara, khususnya pasca kekalahan dari Manchester City September lalu. Kini, dengan posisi kiper utama yang telah dikunci oleh Senne Lammens, Bayindir hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Situasi ini tentu tidak menguntungkan baginya, terutama jika ingin menjaga asa tampil di Piala Dunia andai Turki lolos kualifikasi. Kepulangan ke tanah airnya bisa menjadi solusi menyelamatkan karier.
Namun, Manchester United menghadapi dilema besar. Melepas Bayindir saat ini berarti melemahkan sektor penjaga gawang mereka di tengah musim, mengingat mereka tidak bisa merekrut pengganti karena bursa transfer Inggris sudah ditutup Senin lalu. Jika Bayindir pergi, praktis hanya tersisa Tom Heaton yang sudah berusia 39 tahun sebagai pelapis Lammens, apalagi United sudah tersingkir dari piala domestik dan kompetisi Eropa. Langkah paling bijak bagi Setan Merah adalah menahan Bayindir hingga akhir musim, sebelum mencari pengganti baru atau mempromosikan talenta muda Radek Vitek yang tampil impresif saat dipinjamkan ke Bristol City.