Perhatian publik sepak bola saat ini tidak hanya tertuju pada manuver klub-klub raksasa Eropa, tetapi juga pada klimaks turnamen usia muda yang digelar di tanah air. Setelah Mali sukses mengamankan posisi ketiga lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Argentina, panggung utama kini disiapkan untuk partai puncak Piala Dunia U-17. Laga final yang mempertemukan dua kekuatan Eropa, Jerman dan Prancis, dipastikan bakal menyajikan tensi tinggi di atas lapangan. Pertandingan pamungkas ini dijadwalkan bergulir pada Sabtu, 2 Desember pukul 19.00 WIB dan mengambil tempat di Stadion Manahan, Solo.
Misi Sejarah Der Panzer dan Balas Dendam Les Bleuets
Laga di Jawa Tengah ini punya arti krusial bagi kedua kubu. Jerman datang dengan ambisi besar memburu trofi Piala Dunia U-17 perdana mereka. Jika berhasil menang, armada muda Der Panzer akan mencetak sejarah baru sebagai tim Eropa pertama yang mampu mengawinkan gelar juara dunia dengan trofi Euro U-17, mengingat mereka juga sukses menekuk Prancis pada kejuaraan Eropa level usia tersebut Juni lalu. Di sisi lain, Les Bleuets tentu enggan mengulang luka lama. Skuad muda Prancis ini siap bertarung habis-habisan demi merengkuh gelar juara dunia kedua mereka di level U-17.
Benteng Kokoh Atlético untuk Julián Álvarez
Sementara bibit-bibit muda tengah membuktikan diri di Indonesia, persaingan di level senior tak kalah memanas berkat bergulirnya rumor transfer paruh musim. Kabar paling santer datang dari ibu kota Spanyol, di mana Atlético Madrid dikabarkan telah menutup pintu rapat-rapat bagi siapa saja yang berniat membajak striker andalan mereka, Julián Álvarez. Manajemen Los Rojiblancos disebut siap mengabaikan tawaran fantastis yang menyentuh angka 130 juta poundsterling. Wajar saja jika klub-klub mapan seperti Arsenal, Barcelona, hingga PSG begitu kepincut dengan jasanya. Penyerang tajam ini memang tampil beringas sepanjang musim dengan torehan 19 gol di semua kompetisi, dan sembilan gol di antaranya bersarang di gawang lawan khusus pada pentas prestisius Liga Champions.
Manuver Lini Serang Barcelona
Menyadari alotnya upaya mendatangkan Álvarez, Barcelona rupanya sudah menyiapkan skema cadangan. Radar raksasa Catalan itu kini menyeberang ke London untuk memantau João Pedro di Chelsea. Pemain berusia 24 tahun yang didatangkan dari Brighton seharga 60 juta poundsterling pada musim panas lalu itu dianggap sebagai opsi lini depan yang ideal. Kendati demikian, manajemen Blaugrana harus berpikir keras mengingat kontrak pemain asal Brasil tersebut di Stamford Bridge masih berlaku cukup panjang hingga tahun 2033, sehingga kepindahannya dalam waktu dekat masih menjadi tanda tanya besar.
Bersamaan dengan perburuan tersebut, Barcelona juga tengah sibuk bernegosiasi dengan Manchester United. Mereka berupaya keras mengamankan jasa Marcus Rashford untuk masa pinjaman kedua. Penyerang 28 tahun itu telah memberikan kontribusi masif musim ini dengan catatan 13 gol dan 13 assist dari 45 penampilannya berseragam Barça. Meskipun dalam kesepakatan awal terdapat klausul pembelian permanen senilai 30 juta euro, klub Spanyol itu tampaknya keberatan untuk mengaktifkannya. Mereka lebih condong pada opsi peminjaman kembali dan pembicaraan dengan pihak Setan Merah kabarnya masih terus berjalan positif.
Perburuan Bek Liverpool dan Nasib Nicolas Jackson
Hiruk-pikuk bursa transfer juga merambah kompetisi di Italia dan Inggris. Striker Nicolas Jackson kini masuk dalam daftar pantauan Juventus dan AC Milan. Pemain yang menghabiskan musim ini sebagai pinjaman di Bayern Munich tersebut kesulitan mendapat menit bermain dan lebih sering diplot sebagai pelapis Harry Kane. Karena raksasa Bundesliga itu dipastikan tidak akan mengaktifkan opsi pembelian permanennya, Jackson harus rela kembali ke Chelsea musim panas ini. Keputusan mengenai masa depannya kini ada di tangan The Blues, namun ketertarikan duo raksasa Serie A tersebut bisa menjadi jalan keluar yang menarik jika ia masuk dalam daftar jual.
Bergeser ke ranah Liga Premier, Liverpool terlihat mulai serius memperkuat barisan pertahanan mereka. Klub asal Merseyside ini tengah menyusun rencana untuk memboyong bek tangguh Napoli, Sam Beukema. Pemain berusia 27 tahun yang baru saja didatangkan dari Bologna musim panas lalu itu tampil cukup konsisten dan sudah mengantongi 30 penampilan bersama Il Partenopei musim ini. Rencana perekrutan Beukema ini tampaknya sejalan dengan proyek perombakan lini belakang The Reds, yang dalam waktu dekat juga bersiap menyambut kedatangan Jérémy Jacquet dari Rennes serta merampungkan perpanjangan kontrak bek andalan mereka, Ibrahima Konaté.