Seorang atlet senam ritmik muda asal Amritsar berhasil mencuri perhatian di panggung olahraga nasional maupun internasional berkat serangkaian penampilan memukaunya baru-baru ini. Ia turut ambil bagian dalam Kejuaraan Senam Ritmik Asia Senior ke-16 yang diselenggarakan di Singapura tahun ini. Sebelumnya, pada awal tahun yang sama, ia sukses menyabet medali emas dalam nomor beregu serta memborong lima medali perunggu untuk kategori serba bisa (all-rounder), serta alat simpai (hoop), bola, gada (clubs), dan pita dalam ajang Dubai International Rhythmic Gymnastics Cup Ketiga.
Harmonisasi Gerak dan Musik sebagai Kunci
Keberhasilan sang atlet di kancah global tidak lepas dari penguasaan teknis yang matang, mengingat senam irama adalah aktivitas jasmani yang menuntut keselarasan gerakan dengan musik pengiring. Dalam disiplin ini, elemen musik menjadi fondasi dasar yang tidak terpisahkan dari setiap rutinitas. Pesenam harus menguasai berbagai teknik gerak dasar yang meliputi langkah kaki, ayunan lengan, serta kombinasi rumit di antara keduanya.
Untuk mencapai level kompetisi elit, seorang atlet harus fasih melakukan berbagai jenis langkah kaki, mulai dari langkah biasa (looppas), langkah keseimbangan (balanspas), hingga gerakan yang lebih dinamis seperti langkah pantul (kootspas) dan langkah putar (draipas). Variasi lainnya mencakup langkah ke depan (galloppas), langkah tiga (wallpas), langkah lingkar (huppelpas), langkah rapat (by trekpas), langkah menyamping (zijpas), langkah silang (kruispas), dan langkah ganti (wisselpas).
Selain kaki, ayunan lengan berfungsi vital untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan tubuh saat bergerak. Pada tingkat lanjut, gerakan ini dikombinasikan dengan langkah dasar. Ragam ayunan lengan dalam senam irama mencakup ayunan satu lengan ke depan, belakang, dan samping, serta ayunan dua lengan yang bisa disilangkan di depan badan. Berdasarkan referensi teknis kebugaran, terdapat sepuluh jenis gerak spesifik seperti bicep curl, rowing, chest press, butterfly, hingga arm swing dan pumping yang harus dilatih secara intensif.
Rekam Jejak Kompetisi dan Dominasi Nasional
Perjalanan karir internasional atlet berbakat ini dimulai saat ia berpartisipasi dalam Kejuaraan Senam Ritmik Asia Senior ke-14 di Manila, Filipina, pada tahun 2023. Konsistensinya berlanjut hingga ia kembali berkompetisi dalam edisi ke-15 kejuaraan yang sama di Uzbekistan pada Mei 2024.
Di tingkat domestik, dominasinya tak terbantahkan dengan koleksi total tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Ia meraih emas di kategori serba bisa, beregu, dan alat gada. Prestasi lainnya termasuk menempati posisi kedua di nomor bola dan ketiga di nomor pita pada Kompetisi Antar-Universitas Seluruh India di Guru Nanak Dev University tahun 2024. Sebelumnya, ia juga telah mengamankan medali perunggu pada ajang serupa yang digelar di Universitas Panjab, Chandigarh, pada tahun 2023.
Latar Belakang Keluarga dan Perjuangan Ekonomi
Di balik kilau medali, terdapat kisah perjuangan keluarga yang menyentuh. Sang ayah, yang bekerja sebagai juru masak, merupakan satu-satunya tulang punggung bagi keluarga yang beranggotakan delapan orang, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Pesenam ini memiliki tiga saudara laki-laki dan dua saudara perempuan. Kakak-kakaknya, Mannat dan Mausam, adalah sosok yang pertama kali mengarahkannya untuk terjun ke dunia olahraga ini setelah mereka menyaksikan penampilan tim senam sekolah.
Demi mendukung ambisi putrinya berkompetisi di turnamen internasional, sang ayah bahkan rela mengambil pinjaman untuk menutupi kebutuhan dana. Priti mengenang bahwa ia mulai berlatih senam sejak duduk di kelas VI, setelah lolos seleksi Institut Olahraga Negara Bagian Punjab (PIS) melalui uji coba di Jalandhar pada periode 2016-2017. Ia kemudian ditempatkan di pusat pelatihan Sekolah Umum Khalsa College.
Ambisi Masa Depan dan Pendidikan
Sejak awal karirnya, ia dilatih oleh mantan pesenam internasional, Neetu Bala. Saat ini, di sela-sela jadwal latihannya yang padat, ia sedang menempuh pendidikan Sarjana Pendidikan Jasmani Olahraga. Ia memiliki harapan besar untuk mendapatkan pekerjaan di departemen pemerintahan agar dapat membantu perekonomian keluarganya. Target jangka panjangnya kini terarah pada Commonwealth Games yang dijadwalkan berlangsung di Ahmedabad pada 2030, serta edisi Olimpiade berikutnya di Los Angeles pada 2028.