Siap Hadirkan Penonton ke Stadion, Bukti Liga Malaysia Lebih Terdepan dari Liga Indonesia?

Datuk Seri Reezal Merican Naina Merican saat menghadiri percobaan pertandingan dengan penonton

Kementrian Pemuda dan Olahraga Malaysia mewacanakan Liga Super Malaysia 2021 digelar dengan kehadiran suporter.

Memasuki musim kompetisi Liga Super Malaysia 2021 pekan ke-6, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Datuk Seri Reezal Merican Naina Merican, mewacanakan akan menghadirkan suporter ke Stadion.

Wacana itu muncul pertama kali ketika Datuk Seri menghadiri acara pilot project admission match antara Johor Darul Ta'zim (JDT) melawan Melaka United FC di Stadion Sultan Ibrahim (2/4/2021).

Kebijakan tersebut didasari dari suksesnya panitia pelaksana (panpel) pertandingan dalam menerapkan prosedur operasi standar (SOP) terkait protokol kesehatan. Hal itu pun memberikan kepercayaan kepada Dewan Keamanan Nasional (MKN) untuk memberikan 'lampu hijau' bagi Liga Malaysia.

“Apa yang terjadi hari ini (JDT vs Melaka United) cukup penting bagi penyelenggaraan liga di bawah MFL (Malaysia Football League). Setelah menunggu lama karena akhirnya suporter kembali ke stadion dengan protokol manajemen yang detail dan disetujui oleh NSC," tutur Datuk Seri Reezal.

“Saya memuji manajemen JDT sebagai tuan rumah yang banyak membantu dalam memenuhi SOP dengan melibatkan 260 petugas yang meliputi 30 petugas 'gelembung olah raga', 60 marshal, 40 Wakil Prajurit Setia Negara dan 130 orang polisi." tutur Datuk Seri menambahkan.

“Sejauh ini yang bisa saya katakan adalah tidak ada hambatan untuk memasukan penonton di pertandingan lain karena berdasarkan pantauan dari NSC, mereka puas secara keseluruhan."

“Saya sebenarnya mendapat persetujuan tapi kalau ada pengamatan lain oleh NSC, mungkin keputusan lain akan dibuat tapi untuk saat ini saya bisa katakan tidak ada masalah,” ujar Menpora Malaysia itu melanjutkan.

Nantinya hanya dua zona tempat duduk dibuka. Selanjutnya masing-masing penonton harus berjarak dua kursi satu sama lain sepanjang pertandingan.

Tentu, berita ini menjadi ironi bagi sepak bola Indonesia, saat Liga Indonesia masih memasuki masa percobaan untuk menyambut musim baru di tengah pandemi Covid-19, Liga Malaysia bakal memasuki level penyelenggaraan yang jauh di atas Indonesia.

Apakah ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sepak bola kita masih tertinggal dari Malaysia, berikan penilaianmu di kolom komnetar.!!

Previous Post Next Post

Recent Posts