Sebut Pemain Indonesia Lelet, Shin Tae Yong Dikecam Coach Timo

Coach Timo merasa berang menanggapi ucapan Shin Tae yong yang menyebut pemain Indonesia lelet

Pelatih berdarah Jerman, Timo Scheunemann, mengecam keras ucapan Shin Tae yong yang menyebut para pemain Indonesia lelet.

Pada pertandingan Ansan Greeners vs Jeongnam Dragons Minggu (11/421) lalu, Pelatih timnas Indonesia, Shin tae yong menyempatkan diri mengunjungi Asnawi Mangkualam yang juga merupakan anak didiknya di timnas Indknesia

Dalam kesempatan itu, Shin Tae yong menuntut agar Asnawi bisa cepat beradaptasi dengan kebiasaan di Korea Selatan yang terkenal cepat.

"Bila berada di suatu negara, Anda harus mempelajari budaya negara itu dengan cepat dan gaya hidup masyarakatnya," tegas Shin Tae yong.

"Secara khusus Anda harus membiasakan diri dengan budaya cepat di Korea." 

Selain itu, Shin Tae yong juga menyoroti kebiasaan buruk para pemain timnas Indonesia.

Menurutnya, para pemain Indonesia cenderung lambat saat mempersiapkan latihan, berbeda dengan Korea Selatan.

"Kata yang selalu saya ucapkan di Indonesia adalah cepat, di Korea persiapan latihan membutuhkan waktu tiga menit," keluh Shin Tae yong.

"Sedangkan di Indonesia persiapan membutuhkan waktu 15 menit, ini sangat lambat, bisa membuat orang jadi gila." 

Komentar dari Shin Tae yong rupanya membuat berang pelatih berdarah Jerman, Timo Scheunemann. 

Pria yang akrab disapa Coach Timo itu menganggap bahwa komentar Shin Taeyong terkesan menjelek-jelekkan Indonesia.

Melalui unggahan akun Twitter miliknya, Coach Timo mengungkapkan kejengkelannya

"Shin Tae-yong lama-lama menjengkelkan, setiap ke Korea ngomong jelek soal Indonesia," tulis Timo.

"Kritis boleh dan harus, tapi ke dalam tim dan kepada federasi, saya juga kritis sampai hilang uang miliaran. Tapi kalau di Jerman, tidak menjelek-jelekkan Indonesia, ibaratnya jaga nama baik keluarga sendiri lah," tambahnya.

Ciutan Timo tersebut pun mendapatkan reaksi dari netizen, dan mayoritas setuju dengan pendapatnya.

Seperti akun Gigs yang menulis, "Ibarat kata jangan gigit orang yang memberimu makan ya coach, kritik dan keras boleh, tapi cukup internal tim."

Ada juga akun Ranggavega yang merespons, "Ibarat keluarga, buruk disimpan, baik dikenang, Indonesia sebagai rumah bersama."

Namun ada pula yang sedikit lebih bersikap netral seperti akun Yudhamaru yang menulis, "Mungkin buat dia itu biasa, tapi buat etika kita itu kurang sopan."

Previous Post Next Post

Recent Posts