Witan Sulaeman Terancam Hukuman Larangan Bermain Hingga 2 Tahun Jika FK Radnik Surdulica Terbukti Terlibat Pengaturan Skor

Witan Sulaeman Terancam hukuman larangan bermain hingga 2 tahun jika FK Radnik Surdulica terlibat pengaturan skor 

Kabar pengaturan skor atau match fixing kembali datang dari klub Witan Sulaeman, FK Radnik Surdulica.

Klub Liga Serbia itu diduga terlibat pengaturan skor pada Laga Rad Belgrade Vs FK Radnik Surdulica Minggu (21/3/2021) dan 5 laga lainnya.

Pemain timnas U-19 Indonesia tersebut bisa saja dinyatakan bersalah karena tampil dalam sebuah laga yang diduga ada praktik pengaturan skor. Laga itu sendiri berahir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Rad Belgrade atas FK Radnik.

Witan Sulaeman sendiri turut tampil sebagai pemain pengganti sejak menit ke-72. Laga ini merupakan kali pertama Witan Sulaeman mendapat menit bermain untuk FK Radnik Surdulica di musim 2020-2021.

Dilansir media Serbia, Danas, motif dari pengaturan skor adalah pembayaran dari hasil judi dan pertaruhan klub yang membutuhkan 3 poin.

Danas melaporkan jika laga antara Rad Belgrade Vs Radnik Surdulica telah ditarik dari daftar taruhan sebelum laga dimulai.

Dikabarkan, Radnik merelakan poin penuh saat itu lantaran Rad Belgrade membutuhkan 3 poin demi terhindar dari zona degradasi.

Faktanya, pelatih Radnik, Slavoljub Djordjevic memang hanya membawa 15 pemain saat melaawat ke Rad Belgrade.

Berikut 6 laga yang dicurigai terdapat praktik match fixing di Liga Serbia.

Mladost 0-2 Zlatibor (3/3/2021)

Macva 3-1 Proleter (7/3/2021)

Rad Belgrade 2-0 Radnik Surdulica (21/3/2021)

Novi Pazar 5-0 Proleter (2/4/2021)

Mladost 4-1 Radnicki, pekan ke-29 (1/4/2021)

Rad Belgrade 2-0 Vojvodina (7/4/2021)

Dugaan ini muncul setelah adanya kabar jika UEFA meminta federasi sepak bola Serbia (FSS) untuk menyelidiki beberapa laga atas dugaan pengaturan skor.

"Benar bahwa kami menerima informasi khusus dari UEFA yang menunjukkan kemungkinan penyimpangan yang mengarah pada pelanggaran integritas di beberapa pertandingan," ujar salah satu juru bicara FSS, Milan Vokuvic seperti dikutip BolaSport.com dari Sportklub.rs.

"FSS telah memproses laporan tersebut namun saat ini kami tak bisa mengungkapkan detailnya lebih lanjut."

"Kami akan menginformasikan kepada publik tentang temuan kami pada waktu yang tepat," tambahnya.

Jika FK Radnik Surdulica terbukti bersalah dan terlibat pengaturan skor, bukan tidak mungkin hukuman berat menunggu klub tersebut.

Laporan dari Danas menyebut berdasarkan pasal 80 dalam aturan FSS, klub akan dihukum pengurangan 30 poin di klasemen.

Hukuman juga berlaku untuk pemain yang terbukti terlibat. Mereka akan dihukum larangan bermain setidaknya 6 bulan hingga 2 tahun.

Previous Post Next Post

Recent Posts