Meski Indonesia Peringkat 173 FIFA, Elkan Baggott Tetap Bisa Gabung Klub Premier League

Pemain timnas Indonesia, Elkan Baggot
Pemain muda Indonesia, Elkan Baggott tak akan mengalami masalah mengenai ijin kerja bila gabung ke salah satu kontestan Premier League, meski berasal dari Indonesia yang peringkat FIFA-nya 173.

Baru-baru ini beredar rumor yang menyatakan Elkan Baggott diminati oleh 3 klub Premier League, menyusul kontrak sang pemain yag akan habis pada 30 Juni 2021.

Dikutip dari Risingballers, setidaknya 3 klub memantau situasi kontrak Elkan Baggott di Ipswich Town, Mereka di antaranya adalah Manchester United, West Ham dan Everton.


Kabar tersebut turut ditanggapi antusias oleh para pecinta sepak bola Indonesia. Namun satu pertanyaan mengganjal, apakah bisa Elkan Baggott (yang berasal dari Indonesia) membela klub Premier League walau peringkat negaranya di FIFA tak masuk 70 besar?

Seperti diketahui, Premier League memiliki aturan khusus mengenai pembatasan ijin kerja untuk pemain dari non-Eropa.

Pemain non-Eropa yang ingin berlaga di Premier League harus merupakan pemain dari negara yang berada dalam 70 besar peringkat FIFA, serta telah bermain dalam 75 persen pertandingan timnas negeri itu dalam laga internasional minimal dua tahun.

Kendala ini sempat dirasakan Bagus Kahfi pada 2019 lalu, yang sebenarnya diminati Arsenal namun karena aturan ini, maka The Gunners urung meminatinya.

Timnas Indonesia berada di peringkat ke-173 di FIFA, per rilis Desember 2020, yang berarti sangat jauh dari standar yang ditetapkan oleh Premier League.

Akan tetapi, Elkan Baggott bisa mendapat pengecualian, Jika direkrut klub Premier League, Elkan Baggott bisa masuk dalam skema homegrown player.

Homegrown Player adalah istilah untuk pemain yang "dibesarkan di rumah" artinya pemain (tanpa memandang kewarganegaraan dan usia) yang sudah didaftarkan oleh klub manapun terafiliasi FA Inggris maupun Wales, selama 3 musim atau 36 bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-21.

Aksi Elkan Baggott saat membela Ipswich Town U-18 kontra Southend United, Selasa (3/11/2020).

Aksi Elkan Baggott saat membela Ipswich Town U-18 kontra Southend United, Selasa (3/11/2020). (eadt.co.uk/Ross Halls)

Menurut pengakuan Elkan, dirinya sudah bergabung ke Ipswich selama 3,5 tahun dengan bergabung Ipswich Town U-14 pad awalnya.

"Saya sudah main di sini (Ipswich) sejak U-14, Jadi sudah sekitar 3,5 tahun," kata Elkan dalam wawancara di channel Yiutube Yussa Nugraha pada Juli 2020 lalu.

Hal yang sama terjadi pada Neil Etheridge, yang membela Fulham dan Cardiff City di Premier League beberapa musim lalu.

Neil tetap bisa tampil di Premier League walau berasal dari Filipina, yang berada jauh di bawah peringkat 70 besar FIFA karena ia merupakan pemain homegrown yang sudah membela akademi Chelsea sejak usia 16 tahun.

Elkan Baggott menjadi sensasi di Ipswich Town dalam 2 musim terakhir.

Awalnya, Elkan hanya bermain untuk tim Ipswich Town U-18. Namun secara perlahan Elkan mampu menembus tim U-23 dan senior.

Debut senior Elka terjadi pada 6 Oktober 2020, saat Ipswich menghadapi Gllingham FC di ajang EFL trophy.

Bermain 90 menit, Elkan Baggott mampu membawa menang timnya 2-0.

Previous Post Next Post

Recent Posts