Ais Sekiya Media Online Olahraga dan Hiburan Indonesia. Bersama Ais sekiya, Nikmati beragam informasi dan hiburan, Update Aktual dan Terpercaya var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, halaman_bernomor: { //Halaman Bernomor di Homepage pakai: true, tampilan_per_halaman: 4, tampilan_nomor_navigasi: 2, firstText: 'First', lastText: 'Last' } };

Gagal Helat Piala Dunia, Stadion Mandala Krida Diduga Jadi Ladang Korupsi

Stadion Mandala Krida
Sejak 2013 lalu, Stadion Mandala Krida di Kota Yogyakarta telah melakukan renovasi besar-besaran. Kapasitas tribune yang tadinya hanya sekitar 20.000 diperluas menjadi 35.000.

Renovasi Stadion juga mencakup dalam lapangan yang dipasang lintasan atletik. Stadion yang dibangun pada tahun 1976 itu pun bersalin rupa menjadi jauh lebih modern. Andai saja ditotal, renovasi stadion ini mengeluarkan dana sekitar Rp 174,4 miliar.

Stadion yang baru itu pun sudah diresmikan pada 10 Januari tahun lalu. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang meresmikan stadion yang bertempat di jantung Kota Yogyakarta tersebut.

Saat meresmikan, Sri Sultan menyebut Stadion Mandala adalah simbol kebangaan masyarakat Yogyakarta. Stadion ini dinilai akan menjadi saksi berkembangnya olahraga Yogyakarta ke depannya.

Atas dasar itulah, PSIM Yogya diizinkan untuk menggunakan stadion tersebut. Sayang, PSIM belum bisa menembus Liga 1 Indonesia hingga musim ini.

Beberapa bulan lalu, Stadion Mandala Krida masuk ke dalam nominasi stadion untuk digunakan dalam Piala Dunia U-20 2021  saat Indonesia ditunjuk oleh FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun depan.

Mandala Krida dicalonkan bersama Stadion Pakansari yang berada di Bogor. Hanya, usai Menpora Zainudin Amali menjalani Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Stadion Mandala Krida akhirnya digantikan dengan Stadion Jakabaring, Palembang.

Selain Mandala Krida, Stadion Pakansari juga dicoret. Dimana Sebelumnya, sudah ditetapkan bahwa venue yang biasa digunakan Tira-Persikabo sebagai home base di Liga 1 Indonesia ini digantikan oleh Stadion Si Jalak Harupat.

FIFA memiliki alasan khusus mengapa Mandala Krida dicoret. Rawannya bencana alam yang terjadi menjadi alasan dari FIFA.

''Soal Stadion Mandala Krida, FIFA sempat nanya ke kami soal erupsi Gunung Merapi. Itu kan kondisi alam dan kami sampaikan ke mereka, kami enggak bisa jamin kapan lahar akan keluar,'' ujar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, kala itu.

''Untuk itulah mengapa ada perubahan setelahnya,'' lanjut pria yang karib disapa Iwan Bule tersebut.

Padahal, Mandala Krida sudah berbenah untuk bisa jadi tuan rumah Piala Dunia tahun depan. Pemasangan single seat, lampu penerangan, dan papan skor elektronik sudah siap dipasang oleh pengelola. Namun, nasib tak berpihak kepada mereka.

Apesnya, belum sepenuhnya usai. Pertengahan November 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyidik dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida. Penyidik KPK bahkan sudah menetapkan tersangka di kasus dugaan korupsi tersebut.

"Saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh KPK dalam perkara dugaan korupsi pekerjaan pembangunan stadion Mandala Krida APBD TA 2016-2017 di pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata plt juru bicara KPK Ali Fikri, Senin (23/11).

Sebenarnya, praktik kotor di pembangunan Stadion Mandala Krida sudah tercium pada Desember 2018 lalu. Komisi Pengawas Persaingan Usaha memberi keputusan adanya praktik persekongkolan dalam proyek pembangunan stadion anggaran 2016-2017.

Related Posts

Follow by Email