Ais Sekiya Media Online Olahraga dan Hiburan Indonesia. Bersama Ais sekiya, Nikmati beragam informasi dan hiburan, Update Aktual dan Terpercaya var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, halaman_bernomor: { //Halaman Bernomor di Homepage pakai: true, tampilan_per_halaman: 4, tampilan_nomor_navigasi: 2, firstText: 'First', lastText: 'Last' } };

Pelatih Asal Brazil Sebut Shin Tae Yong Kunci Awal Kesuksesan Sepak Bola Indonesia

Pelatih timnas Indonesia, Shin Taeyong
Pelatih spesialis sepak bola akar rumput, Jaino Matos, berharap Shin Tae-yong bisa terus dipertahankan untuk memperbaiki sepak bola Indonesia.

Menurutnya, pelatih asal Korea Selatan itu dipertahankan agar bisa meningkatkan kualitas pemain di level pemain muda.

Jaino Matos mengungkapkan bahwa Shin tae yong memegang peran besar dalam kemajuan sepak bola Indonesia

Dikutip dari Kompas.com, mantan pelatih Persiba Balikpapan itu mengatakan bahwa Shin akan membawa efek besar bagi sepak bola Indonesia.

“Saya benar-benar berharap efek Shin Tae-yong dipertahankan. Efek dia sangat luar biasa,” kata Matos

Jaino Matos juga menyinggung soal teknis latihan ala Shin Tae-yong yang menimbulkan banyak perdebatan.

Salah satu pengamat sepak bola yang yang mengkritisi pola latihan Witan Sulaeman dkk selama training camp di Kroasia adalah komentator senior Yusuf kurniawan atau lebih dikenal bung yuke

Bagi pria asal Brazil itu, beda pandangan sudah biasa, karena setiap orang punya persepsi dan pendapat sendiri-sendiri.

Namun, Jaino Matos meminta untuk tidak fokus dalam pembahasan kritik maupun teknis.

Ada satu hal yang membuat mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut spesial di mata pelatih asal Brasil tersebut, yakni karakter sang pelatih.

Karakter tersebut membuat STY berbeda dari pelatih-pelatih lain yang selama ini mampir dan pergi di kursi nakhoda tim nainal.

Shin Tae-yong memiliki karakter keras, disiplin, dan tanpa kompromi.

Karakter tersebut kemudian dicerminkan dalam program latihannya yang disebut super keras, berdedikasi, disiplin dan tanpa kompromi.

Bagi Jaino Matos, tipe karakter ini yang dibutuhkan Timnas Indonesia sejak lama.

Selama ini dia melihat Indonesia tidak pernah kekurangan pemain bertalenta, hanya karakter dan dedikasi para pemainnya yang tidak mencukupi.

Sehingga, hal ini membuat pemain Indonesia tertinggal dari negara-negara lain.

“Kita lupakan pola latihan dulu dan fokus kepada pembangunan karakter,” ucap mantan pelatih 40 tahun tersebut.

“Percuma pola latihan Pep Guardiola tapi sikap pemain buruk, tukang Tik Tok sama YouTuber. Tempat utama pemain bola di lapangan bola, bukan di Tik Tok atau pun YouTube,” imbuhnya.

Karenanya, Jaino Matos berharap Shin Tae-yong bisa tetap dipertahankan.

Setidaknya untuk mengubah karakter pemain-pemain muda yang akan menjadi generasi penerus timnas Senior.

Sehingga, Indonesia akan memiliki wajah baru, sebuah tim yang unggul dari segi kualitas dan kematangan karakter.

Related Posts

Follow by Email