Ais Sekiya Media Online Olahraga dan Hiburan Indonesia. Bersama Ais sekiya, Nikmati beragam informasi dan hiburan, Update Aktual dan Terpercaya var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, halaman_bernomor: { //Halaman Bernomor di Homepage pakai: true, tampilan_per_halaman: 4, tampilan_nomor_navigasi: 2, firstText: 'First', lastText: 'Last' } };

Main Sepak Bola Tarkam, Punggawa Arema FC Kena Bogem Mentah dari Para Suporter

Rizky Dwi Febrianto
Beberapa hari belakangan, media sosial dibuat heboh dengan sepakbola tarkam di jemberer Jawa timur yang melibatkan pemain profesional liga 1 Bayu Gatra dan Rizky Dwi Febrianto.

Dalam pertandingan itu terjadi kerusuhan antara suporter dan para pemain tak terkecuali Bayu Gatra dan Rizky Dwi Febrianto yang menjadi korban.

Bayu Gatra yang merupakan pemain PSM Makassar dan bek sayap Arema FC, Rizky Dwi Febrianto turut serta bermain untuk tim Predator FC dan melawan Bedadung FC di lapangan Antirogo, Kabupaten Jember ketika terjadi kerusuhan tersebut.

Insiden ini sudah dijelaskan oleh Bayu dalam akun youtubenya. Bermula dari pelanggaran yang dilakukan rekannya, pendukung tim lawan tak bisa menahan emosi dan memburu peain Predator FC. Beberapa pemain terkena lemparan dan pukulan. Satu di antara korbannya adalah Rizky Dwi.

“Saya kena pukul suporter kemarin. Kemudian mengamankan diri ke tenda panpel,” katanya.

Kondisi ini cukup disayangkan. Padahal beberapa hari lalu General Manager Arema, Ruddy Widodo baru memberikan komentar terkait pemainnya yang main bersama tim amatir.

“Intinya, manajemen tidak melarang, tapi jika sampai cedera Arema tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Untungnya, Rizky tidak mengalami cedera akibat pukulan suporter. Asisten Pelatih (juru taktik) Arema, Kuncoro mengakui jika Rizky dan Bayu merupakan pemain ternama asal Jember. Keduanya sama-sama membela Tim Nasional Indonesia.

“Mereka asset Indonesia. Jadi harusnya tidak diperlakukan seperti itu. Kami juga tidak bisa menyalahkan pemain yang ikut dengan tim lokal. Karena kompetisi sekarang tidak kunjung jalan,” jelasnya.

Di tim Arema FC, bukan hanya Rizky yang rutin main dengan tim amatir. Beberapa pemain lain juga mencari keringat dengan tim yang ada di dekat rumah masing-masing. Tapi, mereka menampik jika dibilang tarkam karena mereka main di fun game, bukan turnamen.

Related Posts

Follow by Email