Ais Sekiya Media Online Olahraga dan Hiburan Indonesia. Bersama Ais sekiya, Nikmati beragam informasi dan hiburan, Update Aktual dan Terpercaya var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, halaman_bernomor: { //Halaman Bernomor di Homepage pakai: true, tampilan_per_halaman: 4, tampilan_nomor_navigasi: 2, firstText: 'First', lastText: 'Last' } };

Tinggalkan Pahang FA dan Pindah ke Klub Thailand, Pemain Naturalisasi Malaysia Dapat Sanksi Berat

Pemain naturalisasi Malaysia, Sumareh
Sejak dinaturalisasi dari Gambia, April 2018, Sumareh langsung selalu menjadi pemain andalan Timnas Malaysia

Sumareh adalah pemain naturalisasi pertama yang dipanggil membela Malaysia sejak 1960-an.

Disebut pertama karena dia adalah pemain yang tak lahir di Malaysia dan tak memiliki leluhur yang lahir di Malaysia atau punya kewarganegaraan Malaysia.

Pada 5 September 2019, dia mencetak dua gol, salah satunya di menit akhir yang krusial versus Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022, sehingga membawa Malaysia menang 3-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Saat kembali bersua Timnas Indonesia pada kualifikasi yang sama di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 19 November 2019, Sumareh berperan besar membantu Malaysia menang 2-0, meski tak mencetak gol.

Akan tetapi, dia kini merasa tak nyaman menyandang kewarganegaraan barunya setelah meninggalkan Pahang, klub yang dibela sejak 2017.

Apalagi setelah bergabung dengan Police Tero, klub Liga Thailand (Thai League 1) sejak 7 September 2020.

Keputusan Sumareh meninggalkan Pahang dengan mengajukan klausul dalam kontrak atas perselisihan gaji telah membuatnya diskors dua tahun dari kegiatan sepak bola oleh asosiasi klub sepak bola itu.

Skorsing atau larangan itu diumumkan oleh Pahang FA (PFA), Selasa lalu.

Sumareh dinyatakan bersalah atas empat tuduhan karena melanggar ketentuan kontraknya dengan PFA.

Keempat tuduhan kepada Sumareh itu adalah:

  1. Membuat pernyataan pers tanpa persetujuan PFA.
  2. Membawa masalahnya ke Badan Penyelesaian Sengketa FIFA tanpa terlebih dahulu ke Badan Penyelesaian Sengketa Nasional FAM.
  3. Gagal menghadiri pelatihan dengan tim Pahang dari 3 Agustus hingga 28 Agustus 2020.
  4. Tak hadir untuk laga Pahang melawan Johor Darul Ta'zim di Liga Super Malaysia, 28 Agustus.

"Saya benar-benar belum mengatakan apa pun tentang keputusan yang dibuat oleh PFA. Saya hanya ingin membiarkannya sampai ada keputusan resmi," ucap Sumareh,  Jumat (30/10/2020).

Dia merasa hal itu bukan sesuatu yang ingin dikomentari, karena tak ingin memperkeruh suasana.

"Bagaimana jika Anda berada di posisi saya dan setiap hari Anda harus mendengar nama Anda dikaitkan dengan pers yang buruk?"

"Ini bukan perasaan yang baik dan saya hanya memohon agar itu dihentikan."

Related Posts

Follow by Email