Ais Sekiya Media Online Olahraga dan Hiburan Indonesia var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, halaman_bernomor: { //Halaman Bernomor di Homepage pakai: true, tampilan_per_halaman: 4, tampilan_nomor_navigasi: 2, firstText: 'First', lastText: 'Last' } };

Shin Tae Yong, Pelatih Kejam, Anatoli Polosin Jilid II di Timnas Indonesia

Shin tae yong VS Anatoli Polosin
Latihan fisik berat yang diterapkan oleh pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong kepada timnas U-19 Indonesia rupanya bukan kali pertama di timnas indonesia. 

Hal serupa pernah terjadi dalam sosok Anatoli Polosin yang pernah menangani skuat timnas pada era tahun 1987-1991.

Bahkan  Salah satu pemain timnas yang kala itu dilatih Anatoli Polosin, Widodo Cahyono Putro mengatakan, perjuangan yang cukup ekstra saat meraih emas di ajang SEA Games di bawah asuhan Anatoli Polosin.

"Memang itu perjuangan cukup berat, bukan perjuangan disaat main tapi di sebelum bermain di dalam persiapan," kata Widodo Cahyono Putro.

"Kami latihan ada waktu tiga bulan dan persiapannya sangat luar bisa. Dan kami dilatih Anatoli Polosin itu sangat luar biasa dan berat," tambah Widodo yang juga oernah mengantarkan Bali United juara itu.

"Latihan sehari tiga kali, jadi untuk waktu istirahat bisa dikatakan kurang, tapi itu lah yang ditempa oleh pelatih pada saat itu," ucap Widodo.

Latihan tiga kali dalam sehari yang diterapkan Anatoli Polosin mengingat kita dengan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong juga menerapkan latihan sebanyak tiga kali kepada pemain timnas U-19 Indonesia.

"Memang berpikiran kalau sepak bola itu perlu tenaga ekstra. Hal-hal taktik yang lain belum ada kalau dulu, dulu hanya main lari, kejar bola, siapa yang kuat dia yang juara,"

"Tapi mungkin dimanapun stamina itu nomor satu. Dan sekarang sudah dikombinasi, bermain dengan taktikal," kata Widodo.

Berkat kerja keras pantang menyerah, timnas Indonesia berhasil meraih medali emas di SEA Games 1991. 

Related Posts

Follow by Email