Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jack Brown: Di Hotel, Saya Muntah-Muntah Setelah Ikut Seleksi Timnas Indonesia U-19

Jack Brown merupakan satu dari 59 pemain yang menjalani seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di bawah arahan coach Shin Tae-yong. Seleksi tersebut digelar pada13-17 Januari 2020 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Jack Brown. Kepada Yussa Nugraha saat sesi wawancara daring via kanal YouTube, pemain Lincoln City U-18 itu menceritakan pengalamannya mengikuti dua kali seleksi Timnas Indonesia U-19.

"Jujur saya lebih suka tinggal di Indonesia karena banyak keluarga di sini, tapi kalau soal karier saya pilih di Inggris," kata Jack Brown

"Saya ikut seleksi sudah dua kali, pertama tahun 2017, waktu usia saya 15 tahun, seleksi untuk masuk Timnas Indonesia U-19. Yang kedua baru saja pada 2020, bersama Shin Tae-yong."

"Itu pengalaman yang bagus, saya belajar banyak. Sebab saya tidak terbiasa bermain sepak bola di Indonesia. Saat seleksi pertama saya masih sangat muda. Tiap kali saya ke sini saya selalu bermasalah dengan cuaca."

"Seleksi kedua itu ceritanya, saya baru selesai menjalani pertandingan bersama Lincoln City. Setelah itu saya dapat kabar dari ibu saya, katanya saya akan berangkat ke Indonesia besok untuk seleksi Timnas Indonesia U-19, jadi saya agak terkejut," ujar Jack Brown lagi.

Mendapatkan kabar secara tiba-tiba membuat Jack Brown bergegas ke Indonesia tanpa istirahat yang cukup. Alhasil, ia mengalami kelelahan.

Waktu tempuh perjalanan dari Inggris menuju Indonesia sangatlah melelahkan. Jack Brown terbang selama 20 jam tepat satu hari setelah menjalani pertandingan bersama Lincoln City.

Pemain berusia 18 tahun itu mengaku telat satu hari dan melewatkan latihan perdana seleksi Timnas Indonesia U-19 yang dipantau langsung oleh coach Shin Tae-yong.

"Saya sampai di Indonesia pukul 12 malam, saya melewatkan hari pertama untuk latihan seleksi Timnas. Saya mengalami jet lag dan tidak bisa tidur. Jadi sulit sekali saat seleksi," katanya melanjutkan.

"Lagi-lagi, cuaca menjadi masalah buat saya. Sehari sebelumnya, saya bermain saat cuaca -2 derajat, lalu saya tiba di Indonesia, cuacanya mencapai 35 derajat celcius. Perbedaan itu yang membuat saya kesulitan."

"Saya mendadak tidak bisa bermain sebagaimana biasanya. Di Lincoln City saya biasa bertanding 90 menit penuh, tapi di Indonesia, baru 20 menit tubuh saya langsung shut down."

"Tentu saya senang dipanggil seleksi Timnas Indonesia, itu jadi pengalaman yang sangat bagus, tapi jujur saya merasa sulit sekali dan tidak bisa menunjukkan performa terbaik saya."

Saking lelahnya, Jack Brown mengaku muntah-muntah ketika sampai di hotel tempatnya menginap usai menjalani seleksi Timnas Indonesia U-19. Terik panas matahari membuatnya tak kuat.

"Bermain pada siang hari sekitar pukul 1 atau 2, cuaca sangat panas, mungkin 35 atau 36 derajat," kata Jack Brown melanjutkan.

"Saya mencoba mendorong tubuh saya selama 90 menit, dan setelah seleksi saya kembali ke hotel. Saya muntah-muntah, badan saya tidak enak." Tegasnya.