Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terdepak Dari Kursi Pelatih, Simon McMenemy Sebut Sepak Bola Indonesia Tak Lepas Dari Politik, Pengaruh, Dan Uang

Simon Mcmenemy, mantan pelatih timnas Indonesia
Mantan pelatih timnas Indonesia Simon Mcmenemy, Bicara soal Sepakbola Indonesia, menurutnya, sepakbola Indonesia masih belum terlepas dari hal diluar teknis termasuk Politik, kekuasaan, dan Uang.

Mantan pelatih timnas Indonesia Simon Mcmenemy buka-bukaan soal pengalamannya melatih di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Dia menyebut, di Indonesia bukan sekadar bola tetapi banyak hal termasuk politik ikut berpengaruh.

“Sebagai pelatih Anda harus bisa beradaptasi dengan itu jika Anda akan bekerja di negara ini,” ujar Simon Mcmenemy.

Simon menuturkan bahwa sepak bola di Asia Tenggara bukan hanya bicara soal sepak bola, melainkan ada pengaruh politik dan uang di dalamnya

“Ini bukan hanya tentang sepak bola. Selalu ada hal lain yang mempengaruhi. Selalu ada sudut pandang lain, apakah itu kekuatan, politik, pengaruh atau uang. Sebagai pelatih. Anda harus bisa beradaptasi dengan itu jika Anda akan bekerja di negara ini,” kata McMenemy dalam wawancara dengan The Press And Journal, terbitan 8 Juli 2020.

Bersama timnas Indoneaia Simon McMenemy mencatat rekor buruk. Skuad merah putih belum merasakan sekalipun kemenangan di ajang pra kualifikasi Piala Dunia 2022/Piala Asia 2023 yang berlangsung sejak tahun lalu.

Pelatih yang juga pernah menangani timnas Filipina itu meletakkan jabatan sebagai pelatih timnas Indonesia setelah gagal memperoleh poin di lima pertandingan.

Kekalahan tersebut di dapat timnas Indonesia dari dua laga melawan Malaysia (kandang tandang) dan laga melawan Thailand (kandang) dan Vietnam (kandang).

Simon McMenemy mengakui melatih timnas Indonesia bukanlah perkara yang mudah bagi pelatih yang datang dari Eropa.

Simon McMenemi juga berkata ada tekanan besar dirasakannya ketika menjadi pelatih timnas, termasuk dari segi penerimaan terhadap hasil.

Simon menyebut, jika berjaya membawa Indonesia meraih kemenangan, pelatih akan dielu-elukan. Namun jika kalah, pelatih akan menjadi yang pertama sasaran makian.

Menurut McMenemy sepakbola di Indonesia bukan hanya sekadar apa yang dilihat di lapangan. Lebih dari itu, terlalu banyak pihak yang terlibat.

“Orang-orang yang memiliki uang di belahan dunia ini memiliki ego yang tinggi dan jika Anda bermasalah dengan mereka, mereka hanya akan mengusir Anda. Ini hanya akan seperti sabuk konveyor para pelatih dan Anda sadar akan hal itu. Maka Anda harus bertarung untuk (melawannya).”

"Pemahaman budaya sangat besar di bagian dunia ini dan itu adalah sesuatu yang sebagian bngkan pelatih Eropa yang datang ke sini,” tegasnya.

McMenemy pernah melatih Mitra Kukar pada tahun 2011, kemudian menuai sukses bersama Bhayangkara FC setelah bergabung dengan mereka pada 2016 silam

Bersam dengan The Guardian(julukan dari Bhayangkara Fc) itu, McMenemy meraih gelar Liga 1 Indonesia pada 2017.