Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pandemi Virus Corona Tak Kunjung Mereda, Arema FC Mengaku Kesulitan Keuangan

Pemain Arema
Pandemi virus corona terus meluas di berbagai wilayah seluruh Indonesia, dampaknya virus corona tak hanya menyerang faktor kesehatan, faktor ekonomi juga dibkkin kimpuh karena virus corona.

Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh Arema FC, klub asal Jawa timur tersebut mengaku mesulitan keuangan akibat pandemi virus corona salah satunya pemasukan dari sektor penjualan merchandise.

Pemasukan Arema FC dari sektor merchandise berkurang drastis. Sebelum pandemi, Arema FC bisa meraup Rp 65 juta dari penjualan merchandise dalam sehari. Tapi kini, bisa dapat Rp 1,5 juta per hari sudah jadi sebuah prestasi.
Hal itu diungkapkan Manager Store Arema FC Tjiptadi Purnomo.

Dia mengatakan, untuk penjualan jersey misalnya. Sebelum pandemi, Arema Store rata-rata bisa menjual 20 jersey per hari. Tapi selama pandemi, paling banter hanya lima jersey saja yang laku.
Tentu saja, ini bukan kabar bagus. Apalagi, di tengah kondisi keuangan yang sulit akibat pandemi.

Seperti diketahui, semenjak kompetisi mandek, praktis pemasukan dari ticketing juga mandek. Sementara di sisi lain, Arema FC tetap harus memenuhi kewajiban membayar gaji pemain, pelatih, hingga karyawan.

Meski saat ini sudah masuk new normal, Tjiptadi pesimis situasi membaik. “New normal kalau tidak ada sepak bola ya sama saja,” keluh dia.

Berlangganan via Email