Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Carut Marut Kehidupan BMI Memanfaatkan Grup NIKS Sebagai Tempat Hiburan Sampai Ajang Mencari Jodoh

Member dari grup NIKS
Dari Malaysia hingga Korea Selatan, ratusan ribu pekerja migran asal Indonesia saling berikan dukungan melalui grup Facebook.

Bekerja ribuan kilometer dari Tanah Air membuat pekerja migran asal Indonesia memendam rindu pada keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Demi tetap dapat terhubung dengan teman dari Indonesia, banyak pekerja migran yang memanfaatkan grup Facebook untuk mencari tahu bagaimana keadaan terkini orang-orang terdekat mereka atau berbagi informasi dan gurauan.

Salah satu komunitas pekerja migran Indonesia, yang juga bagian dari Facebook Community Learning Labs, adalah Negeri Impian Korea Selatan (NIKS).

Menurut salah satu admin NIKS, Totok Mujiantoro, para anggota grup saling berinteraksi, mencari hiburan, dan berbagi dukungan satu sama lain. Bahkan sebagai ajang untuk mencari jodoh.

Sudah banyak dari member NIKS yang dipertemukan jodohnya lantaran sering aktif di grup tersebut.

Totok sendiri adalah juga seorang pekerja migran asal Indonesia yang sudah bekerja di Malaysia hampir 9 tahun lamanya.

“Kebanyakan kalau kerja di luar itu kan dua belas jam rata-rata untuk kerja pabrik. Kalau pekerja rumah tangga itu bahkan bisa lebih dari dua belas jam.

Melalui Facebook, mereka bisa membuat acara bertemu secara online dan bergurau dengan teman-teman,” ujar Totok yang bertugas sebagai admin grup, bersama empat orang admin lainnya yakni Nindi Sari (Hong Kong), Trismiani Konan (Indonesia), Dian Tara Bintang (Korea Selatan), dan Ais Sekiya.

Pada awalnya, grup ini dibuat khusus bagi para pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di Korea Selatan. Seiring berjalannya waktu, grup ini kian ramai diikuti oleh pekerja migran asal Indonesia dari berbagai negara di luar Korea Selatan dengan jumlah anggota terkini mencapai 840.000 lebih.


Berlangganan via Email