Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rahmad Darmawan Sarankan Timnas U-19 Ikut Berkompetisi di Liga 1

Skiat timnas U-19
Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, menyarankan timnas U-19 Indonesia bisa mengikuti kompetisi Liga 1 untuk membangun chemistry dan menambah pengalaman.

Wacana penerapan regulasi wajib memainkan pemain U-20 di Liga 1 bertujuan agar pemain muda yang juga memperkuat timnas U-19 Indonesia mengasah kemampuannya.

Tentu diharapkan juga bisa menambah pengalaman untuk pemain timnas U-19 Indonesia yang akan tampil di Piala Dunia U-20 2021.

Wacana penerapan pemain U-20 itu datang dari Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) yang menyarankan agar para pemain muda di bawah usia 20 tahun diberi kesempatan bermain di Liga 1.

Bakal bermain di Piala Dunia U-20, tentu saja pemain timnas U-19 Indonesia diharapkan memiliki jam terbang yang tinggi.

Meski masih menjadi wacana, namun hal ini juga menjadi perhatian beberapa pelatih untuk mengetahui kejelasan regulasinya bakal seperti apa.

Rahmad Darmawan pun memiliki pertanyaan apabila regulasi itu diterapkan dan para pemain muda dimainkan setiap klub.

Perhatian Rahmad terutama soal apakah nantinya para pemain yang bakal dimainkan sesuai dengan regulasi adalah mereka yang memang posisinya dibutuhkan timnas U-19 Indonesia.
Menurut pelatih yang akrab disapa RD itu, memang tidak masalah klub menerapkan regulasi itu dan tentu semua klub akan bisa melaksanakannya.

“Kalau semua memakai dan menerapkan, ya pasti tidak ada masalah. Hanya, yang saya tanyakan kemarin adalah soal apakah posisi yang dimainkan untuk pemain U-20 sesuai kebutuhan pelatih timnas Indonesia?,” kata Rahmad Darmawan kepada BolaSport.com.

Jika penerapan aturan memainkan pemain U-20 dilakukan di Liga 1 karena alasan utamanya adalah untuk menambah pengalaman pemain muda anggota timnas U-19, mantan pelatih timnas Indonesia itu memiliki saran yang dirasa lebih baik diterapkan.

Menurutnya tim pelatih bisa membentuk sebuah tim yang berisi para pemain timnas U-19 Indonesia yang kemudian ikut berkompetisi di Liga 1 2020 sebagai tim tamu.

Masalahnya, hingga saat ini kondisi pandemi virus corona (COVID-19) belum juga usai.

Sementara timnas U-19 Indonesia harus segera mempersiapkan diri untuk berlaga di ajang internasional, tetapi pemusatan latihan (TC) belum bisa diterapkan.

Jadi, apabila timnas U-19 Indonesia bermain di Liga 1, hal itu bisa membantu menambah pengalaman sekaligus membangun chemistry untuk pemain.

“Saran saya ikutkan saja timnas U-19 Indonesia di kompetisi Liga 1 sebagai peserta tamu,” ujar Rahmad Darmawan.

“Jadi, bisa memberikan ruang yang besar untuk pelatih timnas menguji semua pemain sekaligus membangun chemistry tim,” katanya.

Tanpa adanya degradasi pada musim 2020 menjadi dasar lain mengapa timnas U-19 Indonesia bisa ikut berlaga di kompetisi Liga 1.

Bukan hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga bisa sekalian sebagai ajang uji coba untuk timnas U-19 Indonesia.

“Kira-kira begitu (sebagai ajang uji coba). Memang di luar statuta Kongres, tetapi karena kompetisi ini juga tanpa degradasi, jadi tidak ada salahnya,” tutur Rahmad Darmawan.

Sementara itu sejak 14 Mei 2020, timnas U-19 Indonesia tengah menjalani TC virtual yang dipimpin langsung oleh Shin Tae-yong. TC virtual yang dijalani para pemain timnas Indonesia ini dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia U-19 pada 14-31 Oktober di Uzbekistan.