Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ingin Bahagiakan Rakyat Indonesia, Shin Tae Yong Memilih Mengalah Dan Siap Datang Ke Indonesia

Shin tae yong, pelatih timnas Indonesia
Baru-Baru ini, PSSI dan Shin tae yong terlibat perang kata, melalui media lokal baik Indonesia dan korea keduanya saling sindir membongkar keburukan masing-masing,

Namun, pecinta sepak bola kini sidah bisa bernafas lega, pasalnya Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong mau mengalah dan memyatakan kesiapan dirinya untuk melatih timnas Indonesia dimana saja termasuk datang ke Indonesia.

Terbaru, Shin Tae Yong mengatakan kepada kantor bertia Yonhap News bahwa ia menyebutkan tak mau bertengkar dengan PSSI dan ia ingin melakukan yang terbaik untuk Timnas Indonesia.

Menurut Indra Sjafri, pelatnas di korea atau TC untuk saat ini belum di perlukan pasalnya, saat ini masih tahab seleksi pemilihan pemain, dan akan sangat sukit untuk biaya kepengrusan dokument dan biaya yang membengkak, apalagi di tengah pamdemi virus corona seperti ini

"Apabila mengumpulkan 30 pemain, Anda harus membawa sekitar 55–60 orang mulai dari pelatih hingga staf. Bebannya tidak terlalu besar?," ujar Shin

”Media lokal mengabarkan bahwa saya berkonflik dan berselisih dengan federasi. Bukan itu yang terpenting, tapi tidak banyak orang di Indonesia yang menginginkan tim sepak bolanya memiliki kemampuan untuk mencapai hasil maksimal,” lanjutnya.

Shin Tae Yong menyebutkan bahwa ia ingin membawa timnas U-19 melakukan pemusatan latihan di Gyeongju, Korsel. Namun sekali lagi itu bukan keharusan, ia siap melatih dimana saja.

”Tapi, saya ingin melatih di mana saja. Tim Indonesia harus menghadapi tim yang kuat untuk meningkatkan kemampuan,” terang Tae-yong.

Lebih lanjut lagi karena pandemi virus corona membuat agenda dan jadwal yang telah Shin Tae Yong telah susun untuk Timnas berantakan.

”Saya dengan jelas bisa melihat bagaimana cara untuk mencapai level saya. Tapi, federasi mereka tidak mau mendengarkan itu. Sesuai keinginan saya, saya ingin lanjut memberikan pengalaman bermain dengan tim yang tangguh,” kata Tae-yong.

Soal keputusan PSSI untuk memotong gajinya selama dua bulan, dia bisa menerimanya. ”Ini situasi darurat. Jadi, saya mengerti akan pemotongan gaji. Yang saya inginkan adalah meningkatkan level sepak bola dan menaikkan kelas sehingga membuat orang-orang Indonesia menyukainya,” lanjut Tae-yong.