Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dianggap Semena-Mena, Amerika Kirim 2 Kapal Induk Ke laut Pasifik, Baca Selengkapnya

Armada Angkatan Laut Amerika
Amerika tampaknya sudah muak dengan Kegilaan China yang dianggap semena-mena dan propokatip ke negara-negara tetangga di asia lainnya.

Merasa geram, Amerika Kirim Dua Kapal Induk ke Pasifik, Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudera Pasifik

Amerika Serikat (AS) menunjukkan respons terkait kampanye militer China yang terus meningkat, dan dianggap mengancam kedaulatan sejumlah negara.

Dua kapal induk, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, dikerahkan Angkatan Bersenjata AS (US Armed Forces) ke samudera pasifik, dengan tugas mengamankan wilayah tersebut.

Rentetan insiden di Laut China Selatan terjadi sepanjang tahun ini. Penenggelaman kapal ikan berbendera Vietnam, intidasi yang dilakukan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) kepada kapal perang Filipina, serta klaim terhadap dua wilayah di Kepulauan Sparatly dan Kepulauan Macclesfiled, adalah tindakan China yang membuat AS geram.

Tak cuma itu, China juga tengah berseteru dengan Taiwan dan Hongkong. Dimana kedua negara tetangga Negeri Tirai Bambu itu adalah sekutu AS di Asia selain Jepang.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Naval News, USS Ronald Reagan sudah meninggalkan Pelabuhan Yosuka, Jepang, Senin 8 Juni 2020. Tak cuma USS Ronald Reagan, USS Nimitz juga dikabarkan sudah berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut San Diego, California, di hari yang sama.

Kedua kapal ini akan bertugas untuk mengamankan perairan kawasan Pasifik dan Laut China Selatan. USS Ronald Reagan akan membawa sejumlah jet tempur dari grup tempur Air Wing 5, dan Skuadron Penghancur 15, armada tempur udara dari Angkatan Laut AS (US Navy).

Tak cuma USS Nimitz dan USS Ronald Reagan. Sejumlah kapal perang juga ikut berlayar bersama kedua kapal induk itu. Tercatat ada tiga kapal perang dengan kelas berbeda yang akan ikut dalam misi pengamanan ini.

USS Princeton (CG 59) adalah kapal rudal kendali kelas-Ticonderoga. Kemudian ada tiga kapal perang penghancur rudal kendali, USS Sterett (DDG 104) dan USS Ralph Johnson (DDG 114). Ketiga kapal perang ini akan memperkuat armada militer AS untuk melaksanakan operasi keamanan maritim global.

Kebangkitan Militer China Bikin Amerika dan Sekutunya Panik Presiden China, Xi Jinping Peningkatan kekuatan militer China sepertinya membuat panik Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Tak cuma Negeri Paman Sam, kebangkitan China juga disorot betul oleh sejumlah negara sekutu AS yang tergabung dalam Pakta Atlantik Utara (NATO).

Dalam berita sebelumnya, VIVA Militer mengutip data Defense News yang menyebut bahwa pemerintah China di bawah komando Xi Jinping menaikkan anggaran pertahanannya secara signifikan.

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dan sejumlah institusi pertahanan China akan semakin kuat setelah anggarannya dinaikan hingga $178,2 miliar, atau setara dengan Rp2,637 triliun. Jumlah ini meningkat tajam dari sebelumnya yang hanya mencapai $167 miliar, atau senilai dengan Rp2.471 triliun.

Dengan keuangan yang sangat besar, China terus menunjukkan taringnya sebagai salah satu kekuatan dunia. Hal inilah yang menjadi perhatian NATO. Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, bahkan menyebut bahwa China telah mengubah keseimbangan kekuasaan dunia.

"(Kebangkitan China) secara fundamental mengubah keseimbangan kekuasaan dan mendesak negara-negara yang sepaham untuk bergabung dan berdiri menghad

Berlangganan via Email