Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

2 Pemain Arema Reaktif Virus Corona, Manajemen Buka Suara, Simak Selengkapnya

Skuat arema fc
Manajemen Arema FC angkat bicara menyusul kabar dua penggawa Singo Edan yang diduga mendapatkan hasil reaktif ketika menjalani rapid test. Mereka merasa hasil test yang keluar terlalu dini dikaitkan dengan covid-19.

Sebelumnya ramai diberitakan ada dua penggawa Arema FC dan satu pelatih yang berinisiatif melakukan rapid test beberapa waktu lalu. Rapid test ini dilakukan guna melengkapi dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat bepergian ke daerah lain.
Hasilnya diketahui dua pemain Arema FC ini reaktif. Sementara satu pelatih dinyatakan nonreaktif.

Menanggapi kabar itu Media Offcier Arema FC, Sudarmaji mengatakan pada saat pandemi seperti sekarang ini, rapid test adalah hal yang biasa dilakukan sebagai kebutuhan masyarakat.

Baik dibutuhkan sebagai informasi kesehatan maupun untuk memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti dokumen berpergian.

“Rapid test itu kan untuk mengukur tingkat imune seseorang. Sekarang rapid tes sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan info terkait daya imune atau kesehatan setiap orang,” jelas Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Pada dasarnya rapid test adalah metode penyaringan awal untuk mendeteksi anti-bodi yang diproduksi tubuh untuk melawan virus corona. Rapid test akan menjadi reaktif jika memang ada anti-bodi yang tengah aktif bekerja didalam tubuh.

Akan tetapi banyak hal yang mempengaruhi munculnya antibodi. Tidak hanya Covid-19, bakteri, virus lain dan penyakit juga bisa mematik butuh untuk memproduksi antibodi.
“Rapid test dilakukan untuk mengetahui potensi seseorang terhadap penyakit,” paparnya.

Sementara itu dua penggawa Arema FC yang bersangkutan kini sedang di karantina. Rencanaya manajemen Arema FC berencana akan melakukan swab test pekan depan. Dengan tujuan memastikan apakah dua pemain tersebut benar-benar terpapar covid-19 atau tidak.
Reaktif virus COVID-19 yang dimaksud adalah rapid test bertujuan untuk mendeteksi dini dugaan adanya virus corona. Nah, alat tersebut bekerja untuk memeriksa antibodi, kalau hasilnya reaktif artinya antibodi sudah ada dalam tubuh, sehingga orang tersebut dianggap sudah pernah kemasukan virus corona. (bola nusantara)