Ais Sekiya Media Online Olahraga dan Hiburan Indonesia. Bersama Ais sekiya, Nikmati beragam informasi dan hiburan, Update Aktual dan Terpercaya var config = { //`true` jika pakai, `false` jika tidak adblock: { //Anti Adblock pakai: true, text: 'Matikan AdBlock pada browser untuk melihat konten blog ini.' }, halaman_bernomor: { //Halaman Bernomor di Homepage pakai: true, tampilan_per_halaman: 4, tampilan_nomor_navigasi: 2, firstText: 'First', lastText: 'Last' } };

Taufik Hidayat Bongkar Trik ASN Bisa Korupsi RP 1,5 Milyaran Dalam Sebulan

Taufik hidayat
Taufik hidayat membuat geger media tanah air sejak beberapa hari lalu. Taufik Hidayat memyebutkan para ASN bisa korupsi sampai RP 1,5 MILYAR tiap bulannya, tak hanya itu, mantan pebulu tangkis nasional itu juga membeberkan cara mereka bisa membobol uang negara dengan nominal yang cukup besar tersebut.

Taufik Hidayat Beberkan Cara ASN Bisa Korupsi Sampai Rp 1,5 Miliar Dalam 1 Bulan. Mantan pebulu tangkis tunggal putra nomor satu dunia, Taufik Hidayat, mengakui korupsi di Indonesia masih merajalela.

Taufik Hidayat mengatakan korupsi bisa dilakukan oleh pejabat atau bahkan anggota Aparatur Sipil Negara (ASN) biasa sekali pun.

Oleh karenanya, keberadaam Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), menjadi ujung tombak guna membongkar tindakan merugikan negara tersebut.

Anggota-anggota di bawahnya juga melakukan hal yang sama, yakni korupsi di bidang olahraga.

"Sekarang gini deh, ada atlet 500. Kita dipelatnasin di hotel. Harga, let's say per atlet jatahnya Rp 500.000," kata Taufik di akun YouTube milik Deddy Corbuzier.
"Kalau kita masukin orang banyak ke hotel itu kan, suka dapat diskon," sambung dia seperti dikutip dari Kompas.com.

"Oh, selisih. Lumayan," kata Deddy menanggapi.

"Rp 100.000 kali 1.000 (500) atlet. Berapa duit? Per hari," ungkap Taufik Hidayat lagi.
Itu baru satu hari, lanjut Taufik, sedangkan pelatnas bisa digelar selama lebih dari satu bulan.

Jika dihitung, angka yang terkumpul dari 500 atlet dalam satu hari seperti yang dikatakan Taufik, maka tercatat Rp 50 juta.
Kemudian, jika dikalikan dalam 30 hari atau satu bulan, angka berkisar Rp 1,5 miliar.
"Makanya dia (koruptor) bilang kerja gue PNS (gaji) segini-segini, omong kosong semua."

Kok mereka bisa survive, punya rumah, mobil, cicilan berapa, hidup di Jakarta? Come on!" tegas dia.


Mendengar pengakuan mengejutkan dari Raufik Hidayat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi pernyataan Taufik Hidayat yang menyebut banyak 'tikus' alias koruptor di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, lembaga antirasuah dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi  tidak terlepas dari peran serta masyarakat.

Kemudian, terkait keterangan Taufik saat menjadi saksi di sidang lanjutan mantan Menpora Imam Nahrawi, kata Ali, KPK akan mendalami lebih lanjut keterangan itu.

Menurut jubir berlatar belakang jaksa itu, pengembangan suatu perkara tindak pidana korupsi harus didasari bukti-bukti yang cukup.

"KPK tentu akan mengembangkan lebih lanjut terkait perkataan tersebut, sepanjang berdasarkan seluruh fakta-fakta hukum di persidangan setelah dilakukan analisa ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan pihak lain sebagai tersangka," katanya.

Related Posts

Follow by Email