Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Presiden Donald Trump Sedang Menggodok Hukuman Untuk China Terkait Corona

President Donald trum dan Perdana Menteri China Liu He.
pandemi covid-19 terus menyebar luas di seluruh dunia, termasuk Amerika, sejak pertama kali di laporkan di temukan di kota hubai, China, virus mematikan itu setidaknya telah menginfeksi 3,646,468 orang dan 252,429 menjadi korban virus corona.

Dewasa ini, amerika Serikat merupakan negara yang paling terdampak virus corona, tercatat hingga hari selasa 5 April 2020, ada 1,212,955 orang terinfeksi virus corona dengan jumlah korba jiwa mencapai 69,925 orang.

Menyebarnya virus corona, membuat semua orang bersepekulasi tentang asal muasal virus mematikan tersebut, banyak yang menuduh China lah yang harus bertanggung jawab tentang penyebaran virus corona.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyebut China lah yang harus bertanggung jawab atas penyebaran virus corona dan mengancam akan menghukum China. Bahkan  Bukan cuma mengancam dengan menggunakan tarif, ia pun tengah menggodok inisiatif untuk menghapus rantai pasokan industri global dari China. Pejabat AS mengatakan ini bagian dari cara menghukum China karena penanganan corona.

Di kutip dari CNBC INDONESIA dari Reuters "Kami telah bekerja selama beberapa tahun terakhir, Sekarang kami melakukan dengan kecepatan turbo Dikatakannya hal ini menjadi area kritis. Apalagi, ini terkait keamanan AS. Inisiatif ini akan mendukung AS bila kebijakan tarif kembali diberlakukan pada China. kata Wakil Menteri Pertumbuhan Ekonomi, Energi dan Lingkungan di Kementerian Luar Negeri AS kepada Reuters, Senin (5/5/2020).

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS, negara bagian, dan sejumlah otoritas lain yang terkait juga tengah mendorong gar perusahaan segera memindahkan sumber atau manufaktur dari China. Insentif pajak dan subsidi tengah digodok.

"Momen ini adalah hal sempurna, pandemi mengkristalkan kekhawatiran yang dimiliki tentang melakukan bisnis dengan China, Semua uang yang dibuat dari kesepakatan dengan China sebelumnya sekarang telah dikalahkan oleh kerusakan ekonomi akibat corona." ujar seorang sumber yang enggan di sebutkan namanya

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berdiskusi dengan Australia, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan dan Vietnam pada 29 April lalu. Salah satu yang dibahas antara lain merestrukturisasi rantai pasokan global.

China mengambil alih posisi Amerika sebagai negara produsen utama di 2010. Negeri panda bertanggung jawab pada 28% output global, sebagaimana dicatat PBB tahun 2018 silam.

BACA JUGA : 
Ais Sekiya, hadir untuk memenuhi kebutuhan akan informsi dan berita harian anda, bersama Ais Sekiya, Nikmati berbagai macam acara olahraga dan hiburan setiap hari. Seperti Sepak bola, ftsal, Moto GP, Bulu tangkis, dan olahraga lain, kami menyediakan berbagai Chanel yang sesuai dengan koneksi internet anda. untuk mempermudah anda bisa langsung ke link berikut