Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemain Bola Nyambi Jadi badar Sabu, Simak Selengkapnya

Penangkapan bandar sabu
Sikap tidak terpuji diperlihatkan kiper kontestan Liga 2 2020, PS Hizbul Wathan, M. Choirun Nasirin. Pasalnya ia terlibat kasus narkoba jenis sabu-sabu.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menangkap Nasirin di salah satu hotel di kawasan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.

Tak hanya Nasirin, dua orang lainnya juga pelaku di dunia sepakbola yaitu, mantan pemain Persela (Eko Susan Indarto) dan mantan ketua Askot Jalut (Dedi A. Manik)

Atas perbuatannya, tersangka terjerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 129 huruf a dan d juncto pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun atau seumur hidup.

BNNP Jatim membongkar kasus peredaran narkoba yang melibatkan eks pesepakbola dan pemain Liga 2. Perkaranya home industry sabu. Eks pemain, yang dicatat pernah memperkuat Persela itu bernama Eko Susan Indarto. Sementara pemain Liga 2 yang terjerat berasal dari Hizbul Wathan, Choirun Nasirin, berposisi sebagai penjaga gawang.

Selain itu juga ditangkap Dedi A Manik, eks wasit yang menjabat Asosiasi Kota PSSI Jakarta Utara. Satu lagi tersangka yang juga dicokok BNNP Jatim, Novin Ardian. Arief menjelaskan jika sabu tersebut diproduksi dan diedarkan oleh Manik. Sementara Choirun dan Eko merupakan pembelinya.

Atas perbuatan para tersangka terancam dijerat pasal pasal 114 Ayat (1) Subs. Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 129 huruf a dan huruf d Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun penjara; maksimal 20 Tahun penjara atau seumur hidup

Sikap tidak terpuji diperlihatkan kiper kontestan Liga 2 2020, PS Hizbul Wathan, M. Choirun Nasirin. Pasalnya ia...
Dikirim oleh Ais Sekiya Indonesia pada Senin, 18 Mei 2020