Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hiraukan PSBB, Pengunjung Mall Cileduk Membludak. Simak Vidionya

Pemandangan mal cileduk hari minggu 
Meski pemerintah gencar menyuarakan social distancing dan physical distancing bahkan membatasi kegiatan sosial berskala besar atau PSBB, tak berarti serta merta aturan itu bisa di jalankan sepenuhnya oleh masyarkat, pasalnya mendekati momen-momen lebaran para pengunjung membludak mengunjungi mall untuk membeli baju lebaran dan belanja keperluan.

Di salah satu mal di jawa barat, Pengunjung Mall CBD Ciledug membludak Rebutan untuk masuk ke dalam mall untuk belanja barang keperluan menjelang Ramadhan

Para pengunjung membludak ketika hendak memasuki salah satu pusat perbelanjaan di mall tersebut

Peristiwa ini tentu bertentangan dengan larangan pemerintah tentang social distancing dan physical distancing. Sebab mereka diketahui telah melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diterapkan oleh pemerintah.

Seperti yang diketahui beberapa daerah di Indonesia telah menerapkan PSBB untuk memutus mata rantai pandemi virus corona covid-19. Salah satunya adalah Kota Tanggerang yang baru-baru ini menjadi pusat perhatian lantaran video viral ramainya pengunjung di Mall CBD Ciledug.

Puluhan pengunjung ramai memadati area pintu masuk Mall CBD Ciledug. Sebab untuk memasuki area Mall tersebut para pengunjung dan karyawan harus dilakukan pengecekan suhu badan terlebih dahulu.

Peristiwa ini rupanya terjadi pada Minggu, (17/05/2020), pengunjung tampak tak menghiraukan protokol kesehatan seperti social distancing dan physical distancing.

Karena kelalaian tersebut, pejabat daerah wilayah setempat telah melakukan penutupan Mall CBD Ciledug tersebut agar kejadian yang sama tak terjadi lagi. Camat Karang Tengah, Matrobin menjelaskan akan melakukan pemantauan di wilayah kecamatannya termasuk Mall CBD yang akan ditempatkan sejumlah petugas.

"Ada petugas yang kami tempatkan. Ada yang di pos pantau, ada yang di tempat-tempat lain juga. Memang CBD ini kucing-kucingan sama kita, kalau ada petugas dia tutup. Petugas tidak ada dia buka lagi," kata Matrobin seperti dilansir dari merdeka.com.

Berlangganan via Email