Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Presiden Joko Widodo Optimis Ekonomi Kembali Meroket Tahun 2021, Seusai Pandemi Covid-19 Berlalu.

Presiden Joko widodo
Pandemi Covid-19 atau virus corona melumpuhkan berbagai sendi kehidupan. Berbagai aktifitas kehidupan terhenti akibat virus corona, Bahkan ribuan perusahaan meliburkan karyawan karena terdampak virus corona.

Presiden Joko Widodo  dalam rapat terbatas emberikan arahan berupa TIGA PROGRAM PRIORITAS Kabinet Indonesia Maju dalam menghadapi pandemi COVID-19. Yaitu memfokuskan dan menggerakkan semua sumber daya negara untuk mengendalikan, mencegah, dan mengobati masyarakat yang terpapar COVID-19. Memfokuskan dan menggerakkan semua sumber daya negara untuk menyelamatkan kehidupan sosial-ekonomi seluruh rakyat Indonesia. Memfokuskan dan menggerakkan seluruh sumber daya negara agar dunia usaha baik UMKM, koperasi, swasta dan BUMN terus berputar.

Presiden Joko Widodo juga optimistis perekonomian Indonesia akan pulih dan kembali melambung pada tahun 2021 setelah dihajar oleh wabah virus corona. Untuk itu selain kecepatan mengatasi covid-19, Jokowi juga mengingatkan kecepatan pemulihan di segala aspek.

"Saya optimis tahun 2021 adalah tahun pemulihan, tahun recovery, dan tahun rebound. Untuk itu selain kecepatan dalam mengatasi covid, kita juga perlu kecepatan pulih, kecepatan untuk recovery, Beberapa negara maju yang awalnya bilang sudah pulih justru mengalami gelombang yang kedua. Kita harus menyiapkan diri dengan berbagai skenario, skenario yang paling ringan, sedang, dan skenario yang paling berat," ujarnya. " ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/4).

Jokowi menuturkan, negara yang akan menjadi pemenang bukan hanya negara yang berhasil mengatasi pandemi covid-19 dengan cepat melainkan negara yang cepat melakukan pemulihan.

Selain itu, Jokowi mengungkapkan situasi pandemi saat ini justru menjadi kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk melihat lagi berbagai kelemahan yang perlu diperbaiki dan harus segera dipulihkan. Jokowi menilai saat ini masih terdapat sejumlah persoalan di sektor kesehatan hingga pangan.

Untuk itu, ia meminta gubernur, bupati dan walikota serta kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengidentifikasi secara cerma sektor apa yang terkena dampak paling parah wabah corona, sektor apa yang kena dampak sedang dan sektor apa yang bertahan. Dengan demikian, daerah bisa mengambil peluang.

Presiden Joko Widodo juga mengeluarkan 5 skema untuk mengatasi dampak penyebaran virus corona yaitu
  • pelaku usaha kecil dan menengah yang masuk kategori miskin dan rentan terdampak Covid-19 diupayakan jadi penerima bantuan sosial dari pemerintah baik itu Program Keluarga Harapan, paket sembako, bansos tunai, BLT desa, maupun pembebasan pengurangan tarif listrik dan Kartu Prakerja.
  • insentif perpajakan bagi pelaku UMKM beromzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun. Terhadap mereka, pemerintah menurunkan tarif PPh final untuk UMKM dari 0,5 menjadi 0 persen selama periode enam bulan, dari April sampai September 2020.
  •  relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM yang meliputi penundaan angsuran dan subsidi bunga bagi para penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat), UMi (Kredit Ultramikro), PNM Mekaar (Permodalan Nasional Madani Membina Keluarga Sejahtera), LPDB (lembaga pengelola dana bergulir), hingga penerima bantuan permodalan dari beberapa kementerian.
  • perluasan pembiayaan bagi UMKM berupa stimulus bantuan modal kerja. Dalam skema ini, pemerintah menyiapkan bantuan modal kerja darurat yang dirancang khusus bagi pelaku UMKM yang merasakan dampak Covid-19.
  • pemerintah melalui kementerian, lembaga BUMN, dan pemerintah daerah akan bertindak sebagai penyangga dalam ekosistem UMKM, utamanya pada tahap pemulihan dan konsolidasi usaha setelah pandemi Covid-19. Misalnya, BUMN atau BUMD menyerap hasil produksi para pelaku UMKM di bidang pertanian, perikanan, kuliner, sampai di industri rumah tangga.
Jokowi sebelumnya telah meyakini pandemi covid-19 bakal selesai pada akhir 2020. Ia juga optimis sektor pariwisata akan kembali booming pada 2021.

Presiden Joko Widodo kembali menginggatkan agar tak ada sikap pesimis terkait covid-19. Berbagai program mitigasi perlindungan sosial disebut Jokowi telah disiapkan bagi berbagai sektor yang terdampak.

Sumber Referensi CNN INDONESIA

Berlangganan via Email