Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

http://45.32.114.199/?fbclid=IwAR0ssmVHdFvXxJDp96_U8PnrBvEKHTBBXYUOmrRNBT1KRCEG_qml-A01mI4

Kisah Pilu, Seorang Sopir Pengantar Jenazah Korban Virus Corona di Jakarta

Sopir ambulan pengantar mayat korban virus corona

Korban virus corona di Indonesia semakin bertambah, dari data yang kami kumpulkan dari website resmi milik pemerintah www.covid19.go.id tercatat hingga pada hari jumat 17 April 2020, total ada 5.516 orang terinfeksi virus corona dan 469 orang di nyatakan meninggal dunia.

Ratusan orang menjadi korban keganasan virus corona, berbagai cerita sedih tak hanya datang dari keluarga korban, tapi semua yang terlibat dalam pengurusan korban virus corona termasuk supir jenazah. Seperti yang dialami oleh salah satu petugas mobil ambulans Dinas Pertamanan dan Hutan Pemprov Jakarta Muhammad Nursyamsurya.

Dalam sebuah acara di Tran7 yang di bawakan oleh presenter kondang Najwa syihab "MATA NAJWA" Sopir ambulan tersebut mengungkapkan pengalamannya mengantar puluhan jenazah korban di virus corona.

Pria yang akrab disapa Pak Syam ini mengungkapkan tugasnya yang mengantarkan dan mengurus jenazah dengan keterangan penyakit menular di seluruh Jakarta. Sejak adanya pandemi virus corona, Pak Syam setiap harinya bisa memakamkan puluhan jenazah.

Pak Syam mengaku merasa khawatir dan ketika ia dan timnya harus mengantar dan membantu memakamkan jenazah COVID-19. Namun, kehawatirnnya berubah menjadi rasa sedih karena setiap hari harus mengantar dan memakamkan puluhan jenazah

"Pertama itu memang tugas dan harus menjalankan itu, rasa khawatir memang ada. Tapi, bertambahnya hari ke hari yang meninggal membuat kami sedih. Awalnya biasa dari tanggal enam sudah menjalankan, semakin hari semakin bertambah," cerita Pak Syam pada mbak nana( sapaan akrab Najwa Syihab).

Seharusnya mereka tahu, jalanan Jakarta itu masih penuh, masih macet, harusnya mereka tahu apa yang kami kerjakan sekarang, kami memakamkan jenazah ini tiap hari bertambah. Tolong ikuti instruksi dari pemerintah. Diam di rumah, kurangilah pekerjaan kami. Sedih melihatnya setiap hari. Jalanan Jakarta masih macet." Tambah pak sam menyayangkan sikap warga yang menolak pemakaman jenazah korban virus corona.

Pak sam juga menyingung, sikap warga yang acuh terhadap himbauan pemerintah yang melarang mereka untuk keluar rumah dan masih menganggap enteng bahaya virus corona, bahkan pak syam mengungkapkan ingin membawa mobawa mobil tronton sambil berteriak pada warga supaya tidak keluar rumah seperti yang telah di anjurkan pemerintah

Lebih jelasnya simak di di sini
Atau bisa langsung simak vidio di bawah ini

Kisah pilu seorang sopir pengantar jenazah korban virus corona

Kisah pilu seorang sopir pengantar jenazah korban virus corona Selengkapnya https://bit.ly/2XJaMQU

Dikirim oleh Ais Sekiya pada Kamis, 16 April 2020
DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN HADIAH JUTAAN RUPIAH
https://bit.ly/aAissekiya-ADS

DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN HADIAH JUTAAN RUPIAH
https://bit.ly/aAissekiya-ADS