Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gaji di Potong 75% Hingga di Bawah UMR, APPI Protes ke PSSI

Live Stream
Facebook

APPI Assosiasi Pesepak bola Indonesia

Merebaknya Pandemi covid-19 atau virus corona membuat berbagai sendi kehidupan lumpuh tak terkecuali sepak bola. PSSI melalui ketua umum Muhammad Iriwan alias iwan bule memutuskan liga Indonesia untuk sementara waktu sampai batas waktu yang belum di tentukan dan juga mengatur setiap pada setiap klub anggota untuk dapat memperbarui kontrak kerja para pemainnya dan di perbolehkan membayar 25% saja dari nilai kontrak.

Keputusan PSSI ini menuai protes dari Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI). Kuasa Hukum dari APPI Riza Hufaida menuturkan kondisi ini tentu berat bagi sebagian pemain.

Riza juga menuturkan "banyak pemain-pemain yang bergaji cuma 5 jutaan, terutama di liga 2, kalau mereka hanya menerima 25% persen itu artinya mereka hanya menerima gaji kisaran 1.25 juta, itu tidak tidak pas". Bebernya

Kuasa hukum APPI juga beralasan,  mulai meningkatnya kebutuhan di bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri dimana pengeluaran pemain mulai meningkat sehingga pemotongan gaji sebanyak 75% di rasa tidak pas dan memberatkan
Kuasa hukum APPI juga memperjuangkan pemberian gaji bulan maret agar para pemain bisa menerima gaji sebulan penuh tanpa potongan. Hal itu lantaran para pemain sudah menjalankan kewajibannya untuk bermain

Sementara itu,  untuk bulan April APPI memaklumi dan memahami kondisi yang saat ini tengah melanda Indonesia

Kuasa hukum APPI Riza Hufaida juga juga mengacam akan membawa kasus ini ke  Badan Penyelesaian Sengketa Nasional jika pembayaran gaji para pemain pemain bulan maret tidak di berikan full dan hanya 25% dari kontrak.