Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ahirnya, RT Penolak Jenazah Positip Corona, Di Jemput Polisi Bersama 2 Warganya

Ketua Rt 6 Sekawul saat di cyduk polisi
Beberapa hari, tepatnya hari kamis 9 april lalu terjadi sebuah insiden  yang kurang mengenakkan, dimana sekelompok warga di dusun Sekawul dipimpin langsung oleh ketua Rt nya melakukan aksi penolakan pengkebumian jenazah seorang perawat yang meninggal karena terinveksi virus corona. 

Bersama dengan para warganya, bowo yang juga merupakan ketua RT 6 Dusin Sewakul, kecamatan ungaran melakukan aksi penolakan pengkebumian jenazah di lokasi tempat tinggal mereka dengan alasan takut terjangkit virus covid-190

Aksi ketua RT ini mendapat kecaman keras dari para nitizen, banyak yang mencibir aksi bowo dan menginginkannya di proses secara hukum, meski yang bersangkutan sudah meminta maaf di depan media di kantor DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Menanggapi respon dari para nitizen, polisi ahirnya menetapkan bowo bersama 2 warga lainnya sebagai tersangka atas kasus penolakan jenazah. Ketiga tokoh masyarakat itu diduga melanggar Pasal 212, 214, dan 14 ayat 1 UU 4/1984 tentang wabah penyakit. 


Ketiganya dijemput petugas Polda dan Polres Semarang, Sabtu siang di rumah masing-masing, meski sempat memberikan penjelasan terkait penolakanya, namun ketiganya ahirnya di bawa ke polda semarang untuk di proses secara hukum

Tidak ada perlawanan sama sekali atas penjemputan keiga tersangka ini, semua berjalan dengan lancar tanpa membuat gaduh lingkungan setempat.

Berikut vidionya
Penolakan pemakaman zenajah perawat positip virus corona oleh warga
Mayat seorang perawat positip corona di tolak warga di sukawul timur, ungaran kabuten semarang Selengkapnya di https://bit.ly/2XqRa3U
Dikirim oleh Ais Sekiya pada Kamis, 09 April 2020