Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

500 TKA Asal China Akan Masuk Sulawesi Tenggara Di tengah Pandemi Covid-19, Jokowi di Protes Berbagai Pihak

Ilustrasi TKA dari China 
Penyebaran virus corona semakin meluas di berbagai daerah di Indonesia, Oleh sebab itu di berbagai daerah mulai di berlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar(PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia. Presiden Joko Widodo Juga telah mengeluarkan peraturan yang di dalamnya berisi tentang larangan untuk mudik ke kampung halaman. namun demikian peraturan ini masih saja di langgar oleh sebagian masyarakat indonesia,

kali ini berita terbaru kembali menghebohkan masyarakat Indonesia, ditengah masa pandemi Virus Corona yang menerpa hampir seluruh wilayah di Indonesia, justru pemerintah pusat mengizinkan Tenaga Kerja Asing (TKA) China masuk ke Indonesia yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dilansir detiksultra, TKA Cina yang bakal masuk di wilayah Bumi Anoa ini sebanyak 500 orang dengan tujuan bekerja di perusahaan nickel PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) yang berada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Tenaga kerja asing asal China ini direncanakan akan datang ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) Morosi, Kabupaten Konawe. Perusahaan itu diketahui sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April lalu. Meski sudah mendapat izin dari pemerintah pusat, kedatangan TKA dari China ini mendapat penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya dari DPRD Sulawesi tenggara. Ketua DPRD Sultra Abdurahman Saleh mengatakan kebijakan tersebut diambil bukan karena anti-China. Melainkan, antisipasi karena China merupakan negara yang menjadi asal virus corona

Selain DPRD Sulawesi Tenggara Komentaar pedas juga di keluaarkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Neta secara gamblang menyebutpemerintahan Jokowi aneh dan membingungkan,

“Sikap pemerintah Jokowi dalam mengatasi pandemik Covid 19 makin aneh, ngawur, diskriminatif, dan membingungkan, IPW melihat sikap ngawur pemerintah tersebut bisa memicu konflik di masyarakat",Padahal, Presiden Jokowi sendiri yang mengumumkan larangan mudik bagi masyarakat demi mencegah penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini belum ditemukan vaksinya itu. tutur Neta

Neta juga menambahkan  "IPW akan melihat apakah Polri berani menghalau TKA Cina itu, seperti Polri menghalau bangsanya yang hendak mudik,”

Sementara itu penolakan juga datang dari Sudirman dari Fraksi PKS, Sudirman menilai rencana kedatangan 500 TKA China itu aneh. Sebab, tenaga kerja lokal dirumahkan karena wabah Corona tapi disisi lain pemerintah malah mendatangkan tenaga kerja asing.

Selain nama-nama diatas, penolakan juga di lakukan oleh MUI. MUI meminta pemerintah melarang tenaga kerja asing (TKA) masuk ke Indonesia guna memutus mata rantai penularan virus Corona (COVID-19) di Indonesia

"Meminta pemerintah untuk bersikap tegas dengan melarang tenaga kerja asing terutama yang dari China untuk masuk ke Indonesia, karena di tengah-tengah kita sedang berusaha dan berjuang memutus mata rantai penularan virus Corona yang sudah sangat banyak merugikan bangsa ini," tulis Sekjen MUI Anwar Abbas dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2020).

Gubernur Sultra Ali Mazi berharap kedatangan TKA China itu ditunda untuk menghindari adanya reaksi masyarakat seperti yang terjadi beberapa waktu lalu saat kedatangan 49 tenaga kerja asing.
"Meskipun rencana kedatangan TKA tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat dan sudah melalui mekanisme protokol COVID-19, namun suasana kebatinan masyarakat di daerah belum ingin menerima kedatangan TKA,"Gubernur Sultra Ali Mazi di Kendari, seperti dilansir Antara, Rabu (29/4/2020).

Sementara itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi, saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, menolak dengan tegas kedatanngan tenaga kerja asal China tersebut, orang nomor satu di Sultra ini menolak kebijakan pemerintah pusat untuk mendatangkan TKA Cina. Penolakan ini dilakukan Ali Mazi karena saat ini Sultra sedang dihadapkan dengan penanganan Covid-19. Lebih lanjut, Gubernur Sultra Ali Mazi berharap kedatangan TKA China itu ditunda untuk menghindari adanya reaksi masyarakat seperti yang terjadi beberapa waktu lalu saat kedatangan 49 tenaga kerja asing.

Berita diambil dari bebrapa sumber antara lain,  detik.com, dan gelora.co